Investasi memang hal yang cukup sulit tapi penting untuk dilakukan. Sama halnya seperti mengajukan pinjaman cepat saat ini, mudah untuk diajukan tetapi kadang masih banyak orang yang tidak berpikir dengan bijak bagaimana cara mengatur cicilannya.

Pada intinya, baik investasi maupun pinjaman punya sisi koin yang berbeda. Investasi tak hanya bermanfaat tapi punya sisi negatif juga karena ada risiko yang harus diperhatikan. Begitu pula dengan pinjaman, tak hanya risiko saja, tetapi justru bisa mendapatkan keuntungan berlipat jika dimanfaatkan dengan benar.

Bagi pemula ada baiknya mulai mempelajari jenis investasi yang menguntungkan. Beberapa pakar keuangan tetap menganjurkan agar mulai berinvestasi sejak dini meskipun sudah memiliki cicilan atau pinjaman.

Lalu bagaimana caranya memulai berinvestasi bagi para pemula di usia beli? Berikut ini adalah ulasan singkat beberapa jenis investasi yang bisa dijadikan opsi bagi para pemula dengan gaji mulai dari Rp3 jutaan per bulan.

  1. Mulai dengan Deposito.

Deposito secara sederhana adalah “memarkirkan” sejumlah uang yang ditetapkan dengan jumlah minimal tertentu dalam kurun waktu tertentu dengan imbalan bunga dari bank.

Contoh sederhana deposito adalah jika kamu memiliki uang sebesar Rp5 juta, kemudian didepositokan dalam waktu selama satu tahun, maka bank akan memberikan imbalan sebesar antara 3 hingga 4 persen per tahun.

Artinya kamu akan mendapatkan keuntungan, antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan selama satu tahun. Semakin banyak yang yang didepositokan, akan semakin banyak juga keuntungan yang didapatkan.

Tetapi, investasi jenis ini butuh biaya dalam jumlah besar serta harus patuh dengan perjanjian sesuai jangka waktu yang disepakati, jika diambil sebelum jatuh tempo, maka akan dikenakan denda sehingga bisa jadi apa yang sudah didepositokan justru tidak akan memberikan keuntungan.

  1. Emas Opsi yang Menentramkan.

Investasi emas merupakan salah satu opsi yang cukup menguntungkan dan masih bertahan sampai saat ini. Ada beberapa jenis emas di pasaran seperti emas batangan, emas perhiasan, hingga sistem menabung emas.

Artinya investasi emas bisa dilakukan dari nilai terkecil sekalipun. Lalu dari mana keuntungannya? Emas termasuk barang yang tahan inflasi. Harganya yang meningkat terus cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan nilai inflasi tahunan antara 4-5 persen.

Inilah mengapa emas dijadikan salah satu pilihan investasi karena nilainya bisa lebih tinggi dari inflasi itu sendiri sehingga nilai tunainya tidak berkurang. Berbeda dengan uang yang jumlahnya sama tetapi nilainya bisa berkurang jika dibelanjakan.

  1. Pahami Keuntungan Emas Batangan dengan Emas Perhiasan.

Ada beberapa orang yang berinvestasi pada beberapa jenis emas. Namun, tidak memahami perbedaan serta kelebihan dan kekurangannya. Memang, kaum hawa cenderung lebih memilih investasi pada perhiasan karena bisa digunakan. Tetapi, emas perhiasan dikenai pajak sehingga nilainya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan emas batangan.

Bagi pemula, opsi yang lebih baik adalah memilih emas batangan yang tidak dikenai pajak perhiasan sama sekali sehingga nilai investasinya bisa lebih maksimal. Emas batangan dijual mulai dari ukuran 0,5 gram, 1 gram hingga 1 kilogram dengan harga rata-rata sekitar Rp600 ribu sampai dengan Rp700 ribu per gramnya.

  1. Investasi Saham Bisa Mulai dari Rp100 ribuan.

Jenis investasi di pasar modal yang mulai merangkak naik adalah investasi saham. Kamu bisa membeli saham dengan modal Rp100 ribuan saja per lot. Namun, untuk memulai investasi saham harus dilatarbelakangi dengan pemahaman tentang fundamental perusahaan agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Risiko saham adalah jika harganya turun. Artinya saham tidak bisa dijadikan sebagai ladang investasi jangka pendek. Keuntungannya bisa lebih tinggi dari bunga deposito dan emas sekalipun. Tapi, mudah juga dipengaruhi oleh kondisi pasar dan kondisi politik dalam dan luar negeri.

  1. Biayai Proyek Orang Lewat P2P Lending Tepercaya.

Jenis investasi lain yang mulai dilirik orang adalah membiayai proyek orang lain melalui P2P lending. Keuntungannya rata-rata antara 15-20% per proyek dalam kurun waktu yang sudah disepakati. Artinya, kesempatan untuk berinvestasi kini jadi semakin luas dengan modal kecil sekalipun.

Begitu juga dengan hadirnya fintech yang memberikan pinjaman cepat pada dasarnya bisa mendorong usaha di Indonesia. Pinjaman tidak melulu harus digunakan untuk kebutuhan konsumtif tetapi juga dapat digunakan untuk modal usaha yang lebih produktif.

Seperti yang ditawarkan Kredivo lewat pinjaman mini dan pinjaman jumbonya. Bunga pinjaman hanya 2,95% saja per bulan dengan pilihan tenor 30 hari, 3 bulan dan 6 bulan. Kredit limit yang diberikan pun bisa mencapai Rp30 juta.

Jika kamu tertarik untuk menjadi salah satu premium member yang mendapatkan fitur pinjaman tersebut, pahami dulu persyaratan berikut:

  1. Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  3. Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  4. Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Jika sudah memenuhi syarat tersebut, langsung saja download aplikasinya di Google Play Store atau App Store. Pendaftaran bisa dilakukan secara online dengan langkah yang mudah.

Tidak usah khawatir bertransaksi lewat Kredivo. Kredivo telah terdaftar resmi dengan nama PT FinAccel Digital Indonesia sebagai salah satu perusahaan fintech yang berada dalam pengawasan OJK dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018.